You are here: Home » Berita Pendidikan » Wapres: Gunakan Anggaran Pendidikan untuk Siapkan Generasi Penerus
Depok -- Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, meminta agar
anggaran 20 persen untuk fungsi pendidikan digunakan sebaik-baiknya
untuk menyiapkan generasi penerus bangsa. Hal tersebut disampaikan
Wapres saat memberi arahan kepada para peserta Rembuk Nasional
Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) di Pusat Pengembangan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Bojongsari, Depok, Selasa (28/02). Turut
hadir mendengarkan arahan Wapres, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
"Jangan dibocor-bocorkan, jangan di utik-utik, gunakan semestinya
untuk menyiapkan generasi penerus," tegasnya. Wapres menyampaikan,
anggaran 20 persen kalau dilihat dari tanggung jawabnya, tidak banyak,
namun sangat erat kaitannya dengan tugas penting yang diemban.
"Kita mesti mengelola sebaik-baiknya setiap rupiah untuk pendidikan yang sebaik-baiknya," tutur Boediono.
Wapres menggarisbawahi tiga hal yang dipercaya sebagai hukum
kemajuan bangsa. Yaitu, kualitas sumber daya manusia, generasi pengganti
lebih baik dari yang diganti, dan pendukung SDM yang berkualitas, yaitu
kesehatan dan pendidikan. "Kalau generasi pengganti lebih rusak,
bangsanya akan mundur," katanya.
Dulu, kata Boediono, profesi guru bukanlah profesi untuk mencari
kekayaan. Tapi murni untuk mengekspresikan keinginan hati menyebarkan
ilmu dan kearifan.
Walau demikian, bukan berarti negara mengabaikan kesejahteraan guru. Dukungan negara sangat jelas bagi para guru. Mereka diberi prioritas untuk meningkatkan kualitasnya, dan diberi tunjangan profesi.
Sebaliknya, Wapres meminta agar guru jangan melupakan tanggung jawab untuk mencerdaskan bangsa.
Category: Berita Pendidikan
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.









