You are here: Home » Berita Pendidikan » Museum Wallacea Tawarkan Keanekaragaman Hayati dan Budaya "Kawasan Wallacea"
Untuk masuk ke Museum Wallacea pengunjung terlebih
dahulu harus menaiki sebanyak tangga empat lantai. Maklum, Museum
Wallacea menempati lantai 4 gedung pascasarjana Universitas Haluoleo
(Unhalu) Kendari Sulawesi Tenggara. Ketika sampai di Museum Wallacea
kita akan menyaksikan foto-foto dan beberapa specimen keunikan hayati
dan budaya kawasan Wallacea. "Saat ini koleksinya belum terlalu lengkap,
baru 230 koleksi", kata Dr. Muzuni, Kepala Museum Wallacea. Namun
pengelola museum berusaha keras untuk memperbanyak koleksi agar suatu
saat dapat menjadi rujukan keanekaragaman hayati dan budaya kawasan
Wallacea ini.
Museum Wallacea diresmikan oleh Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh pada tanggal 6 April 2012.
Dalam acara peresmian tersebut Mendikbud menyerahkan seperangkat alat
musik gambus dari Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara kepada Rektor
Universitas Haluoleo Prof. Dr. Ir. Usman Rianse. Mendikbud pada
kesempatan tersebut berpesan agar di Unhalu dapat menjadi pusat
pengembangan budaya kawasan Sulawesi dan sekitarnya.
Museum Wallacea menempati satu lantai di gedung
pascasarjana Unhalu Kendari. Ruangan museum tersebut terdiri dari sebuah
beranda dan lima buah ruang yang masing-masing ruang menyimpan jenis
koleksi yang berbeda. Koleksi yang disimpan di museum ini dapat
dikelompokkan menjadi koleksi keanekaragaman hayati perairan,
keanekaragaman hayati daratan, keanekaragaman hayati mikroorganisme, dan
keanekaragaman budaya kawasan Wallacea.
Museum Wallacea hanya akan menyimpan
keanekaragaman hayati dan budaya dari wilayah yang dikelilingi garis
imajiner yang disebut garis Wallacea. Garis Wallace adalah sebuah garis
hipotetis yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australia.
Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia sedangkan di
bagian timur kebanyakan berhubungan dengan spesies Australia. Garis ini
dinamakan Wallacea untuk menghormati Alfred Russel Wallace, yang
menyadari perbedaan yang jelas pada saat dia berkunjung ke Hindia Timur
pada abad ke-19. Garis ini melalui Kepulauan Melayu, antara Kalimantan
dan Sulawesi; dan antara Bali (di barat) dan Lombok (di timur). Daerah
yang termasuk dalam kawasan Wallacea mulai dari Bali dan Nusa Tenggara,
Sulawesi, kepulauan Maluku, sampai kepulauan Raja Ampat.
Suatu saat nanti jika koleksi Meseum Wallacea ini
sudah lengkap, akan dihibahkan ke pemerintah, kata Rektor Unhalu. "Akan
kita hibahkan sebagai buah karya anak-anak Indonesia Timur untuk budaya
Indonesia." kata Usman Rianse. Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam juga
bangga dengan museum ini walaupun koleksinya saat ini belum lengkap.
"Siapa tahu suatu saat nanti, ini akan jadi icon Sultra" kata Gubernur
Nur Alam.
Category: Berita Pendidikan
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.









