You are here: Home » Berita Pendidikan » Kemdikbud Lanjutkan Program Rehabilitasi Sekolah Rusak dengan Swakelola
Jakarta
--- Menyusul program rehabilitasi sekolah rusak dengan pola swakelola
yang dinilai berhasil, kini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemdikbud) sedang menyiapkan sistem pemantauan secara online dan real time.
Demikian disampaikan Mendkibud Mohammad Nuh, di
Jakarta, dalam acara jumpa pers akhir tahun, Jumat (30/12) pagi. “Kami
akan melanjutkan program rehabilitasi sekolah rusak dengan pola
swakelola dan kini sedang disiapkan pola pemantauan yang bisa dilakukan
secara online dan real time,” katanya.
Jumpa pers akhir tahun yang digelar rutin oleh
Kemdikbud ini memang tidak hanya menyampaikan capaian tahun 2011 dan
rencana kerja 2012, tapi juga ditandai dengan peresmian penggunaan ruang
operasional pemantau (situation room), yang digunakan untuk memantau dan mengetahui letak dan kondisi sekolah secara on line.
“Hari ini dimulai penggunaan ruang operasional
pemantau ini, yang dimanfaatkan antara lain untuk memantau kegiatan
rehabilitasi secara online dan real time. Ke depan
ruangan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mencari semua data berkait
dengan pendidikan. Data yang terhimpun di sini sampai pada titik
koordinat tempat sekolah berada, sehingga akan sangat memudahkan kami
bekerja,” katanya.
Berkait dengan program rehabilitasi, Nuh
menjelaskan tahun ini akan terus dilanjutkan dengan pola pembiayaan
swakelola. “Tahun ini masih ada pekerjaan rehabilitasi ruang kelas yang
rusak berat di jenjang SD dan SMP, jumlahnya mencapai 131 ribu lebih,”
katanya.
Terhadap hasil rehabilitasi 2011, Nuh menjelaskan,
hasilnya baik dan diapresiasi positif baik oleh sekolah maupun
masyarakat. “Di beberapa sekolah, karena bisa melakukan efisiensi, malah
ada yang peruntukannya tidak hanya ruang kelas tapi juga kamar mandi
dan ruang guru,” katanya.
Tahun 2012 ini, kata Nuh menambahkan, pihaknya
akan menuntaskan program rehabilitasi gedung SD dan SMP yang rusak berat
dengan total anggaran sebesar Rp 17,6 triliun yang berasal dari dana
alokasi khusus (DAK) dan APBN.
“Karena itu kami akan terus memperkuat sinergisme
dengan pemerintah daerah untuk pemanfaatan DAK agar program rehabilitasi
ini segera tuntas, sekaligus memperkuat kerja sama dengan Tentara
Nasional Indonesia, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan
perguruan tinggi untuk pendampingan dan pengawasan,” katanya.(pih)
Category: Berita Pendidikan
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.









