You are here: Home » Berita Pendidikan » Kemdikbud Realisasikan Sumbangan Hampir Rp100 Miliar
Paris --- Sumbangan US$10 juta atau hampir Rp100
miliar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk Badan Pendidikan
dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangas (UNESCO) dibagi dalam dua
termin penyerahan. Penyerahan pertama sebesar US$6 juta atau hampir
Rp600 miliar untuk kepentingan dana darurat, yang dimaksudkan untuk
menutupi kekurangan dana UNESCO yang cukup besar. Realisasi sumbangan
ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di
sela-sela sidang Executive Board UNESCO di Paris pada 2 Maret lalu.
Seperti diketahui, akibat masuknya Palestina
sebagai anggota UNESCO, Amerika Serikat dan Israel menarik sumbangannya
ke UNESCO. Konsekuensinya, UNESCO kekurangan dana US72 juta atau hampir
Rp720 miliar. Untuk menutupi kekurangan dana ini, selain melakukan
efisiensi dan prioritas program, UNESCO aktif menggalang dana, melalui
dana darurat.
Adapun termin kedua sumbangan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan sebesar US$4 juta atau hampir Rp40 miliar akan
diserahkan tahun depan. Sumbangan termin kedua dikhususkan sebagai dana
bagi fund-in-trust, atau dana kepercayaan. Pengelolaan dana
ini dilakukan secara bersama antara Kemendikbud dengan UNESCO, termasuk
program-program yang akan didanai. Sedangkan dana darurat,
pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada UNESCO.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh
dalam sambutannya memberi usulan, agar sumbangan itu dimaksudkan untuk
membiayai kegiatan-kegiatan tertentu untuk negara-negara di wilayah Asia
Tenggara, Afrika, dan Palestina.
Category: Berita Pendidikan
Related posts:
If you enjoyed this article, subscribe to receive more great content just like it.









